Dalam beberapa tahun terakhir, kecanduan PMO menjadi salah satu masalah besar bagi remaja yang baru menginjak dewasa. Seperti yang kita tahu, akses konten dewasa yang berbau seksual juga semakin mudah berkat gadget dan perangkat gawai lainnya.
Menurut artikel halodoc.com yang dirilis pada tahun 2025 lalu, PMO (Porn, Masturbate and Orgasm) adalah kegiatan atau aktivitas masturbasi sambil menonton adegan porno untuk mencapai orgasme.
Walau dianggap sepele, ternyata kebiasaan ini bisa berkembang menjadi pola yang sulit dikendalikan. Untuk memahami bagaimana PMO menstimulasi pikiran dan tubuh, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba memberikan penjelasan dan cara mengatasinya.
Apa Penyebab Perilaku PMO?
Menurut ahli, faktor yang mempengaruhi kegiatan tidak terpuji ini adalah persoalan internal maupun eksternal. Berikut adalah penyebab orang bisa kecanduan melakukan masturbasi :
- Faktor Psikologis: Stres berlebih dan kecemasan seseorang ternyata bisa menjadi salah dampak terbesar pemicu pelaku PMO, ditambah trauma masa lalu yang sulit dihindarkan.
- Faktor Biologis: Tidak seimbangnya hormon secara biologis juga tidak luput dari permasalahan orang melakukan PMO karena adanya dorongan yang tidak bisa dibendung dan tidak terarah secara pendidikan seksual.
- Faktor Sosial: Komunitas yang selalu membawakan nilai-nilai pornografi bisa dibilang cukup rentan bagi remaja, makanya baru menginjak umur belasan tahun saja mereka sudah mengenal tentang seks, sehingga rasa penasarannya dibayarkan oleh PMO.
- Kegiatan Sosial Media: Akses sosial media sudah tidak ada batasan lagi, seluruh orang bisa mengekspos dan bahkan berani memancing lawan jenis dengan video, foto atau bahkan konten berbau pornografi, yang secara tidak langsung mempengaruhi banyak pengguna sosial media.
Dibalik penyebab tadi, kegiatan sosial media berlebih jadi poin tertinggi akhir-akhir ini. Remaja Indonesia yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya membuatnya merasa tidak layak di komunitas manapun, sehingga perlahan mengenal PMO sampai ketagihan.
Dampak Negatif Masturbasi
PMO “mungkin” bisa memberikan kepuasan beberapa detik, tapi setelahnya Kamu akan merasa cemas, merasa bersalah pada diri sendiri dan sebagainya. Dampak negatif masturbasi cukup serius bagi kesehatan mental.
Apabila sudah kecanduan PMO maka emosional orang tidak akan menjadi seperti dulu lagi. Jangankan sampai masturbasi, terpapar berbagai persepsi pornografi juga mempengaruhi pola sosial seseorang dalam dunia nyata. Namun, dibawah ini ada beberapa dampak paling buruk PMO yang bisa saja terjadi pada pengidapnya:
1. Kecanduan Berlebih
Rasanya PMO tidak terlalu bahaya, karena dampaknya tidak langsung terlihat. Namun konten pornografi bisa menyebabkan zat kimia di otak bergejolak, jadinya reaksi otak akan meningkat pada isyarat pornografi.
Menurut penelitan berjudul Neuroscience of internet pornography addiction: a review and update yang terbit pada Behavioral Science menjelaskan hal tersebut. Inti dari penelitan tersebut adalah, kecanduan menonton film porno bisa memengaruhi jalur otak serta zat dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam kesenangan.
2. Mempengaruhi Kualitas Intim Antar Pasangan
Menurut studi berjudul Social media use and relational satisfaction in heterosexual couples, yang dirilis oleh Wiley Online Library menjelaskan secara khusus bagi pria yang suka dengan konten pornografi.
Hasilnya menyebutkan, mereka yang melakukan hal tersebut cenderung menarik diri secara emosional dari pasangannya, karena memang pria lebih rentan stres. Oleh sebab itu, keharmonisan intim antar pasangan akan terganggu bahkan dalam komunikasi.
3. Mengabaikan Harga Diri Pasangan
Akibat terlalu sering melihat konten pornografi, seseorang bisa mengabaikan harga diri pasangannya karena memiliki perbandingan. Bahkan tidak jarang ditemukan kasus, pasangan menolak berhubungan intim dengan pasangan karena lebih tertarik PMO.
Jika seseorang mengabaikan harga diri pasangan bahkan sampai urusan seks, maka itu adalah pukulan telak. Tidak dari pihak pria atau wanita, siapapun bisa mengabaikan sosok pasangannya sendiri karena mendapatkan kesenangannya dari PMO.
4. Mengurangi Hasrat Kepuasan
PMO diketahui bisa menurunkan rasa puas saat berhubungan, karena ekspetasinya terlanjur berlebih akibat pornografi. Tindakan tidak realistis yang di rasakannya membuat seseorang merasa kurang terus dan akhirnya hasratnya terasa tidak tersalurkan secara penuh.
Jika terus berlangsung, kegiatan PMO bisa membuat pasangan terasa hambar secara emosional dan sentuhan. Bahkan retaknya hubungan rumah tangga bisa disimpulkan akibat hal semacam ini, maka harus hindari kecanduan PMO.
Tidak berhenti sampai disitu, dampak negatif PMO masih ada yang seperti menurunkan kesehatan mental, memicu stigma sosial, meningkatkan risiko disfungsi ereksi, insomina dan lain sebagainya. Menurut segelintir orang juga menyebutkan kalau kecanduan PMO bisa membuat orang terlihat lebih tua dari umur aslinya.
Cara Paling Umum Mengatasi Kecanduan PMO
Jika sudah pernah melakukan PMO dan merasa mulai menikmati, Kamu harus mengatasinya secepat mungkin agar tidak kecanduan. Sebagai contoh, dibawah ini ada beberapa cara paling umum dan direkomendasi ahli untuk mengatasinya:
1. Mengubah Pola Hidup
Cara paling dasar yakni mengubah pola hidup agar lebih sehat dan terhindar dari kegiatan PMO. Kurangi kegiatan sosial media berlebih, cari kesibukan outdoor untuk mengubah pergerakan keseharian.
2. Mengonsumsi Antidepresan
Sebagai pereda stres belebih, mungkin antidepresan bisa menjadi solusi jangka pendek. Obat ini juga diketahui mengurangi kerja otak sehingga dorongan seksual juga menurun, jadinya pelaku PMO bisa melupakan hasratnya sejenak sampai terlelap.
3. Terapi
Jika sudah terlanjur kecanduan PMO secara berlebih, maka jalan satu-satunya adalah terapi. Ada 3 terapi yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalah PMO, yakni CBT, ACT dan Psikodinamik, berikut ulasannya:
- CBT dapat membantu seseorang mengidentifikasi dan mengelola pola pikir yang memicu berbagai perilaku, seperti menonton pornografi. Ini merupakan salah satu pengobatan paling efektif untuk pengidap PMO.
- Acceptance and commitment therapy ACT mirip dengan CBT yang dapat membantu mengidentifikasi pola pikir yang menghasilkan perilaku adiktif.
- Terapi psikodinamik juga bisa disebut sebagai psikoanalisis. Ini adalah sejenis terapi bicara yang membantu orang mengungkap pikiran dan ingatan bawah sadar yang mungkin menjadi pemicu PMO.
Selain itu, bantuan profesional juga diperlukan bila PMO mulai merusak hubungan kamu dengan pasangan, hingga mengganggu fungsi seksual, itulah saatnya kamu perlu segera konsultasi dengan psikiater.
Kecanduan PMO tidak hanya berdampak pada orang dewasa maupun pria, tapi sejak menginjak masa pubertas remaja sangatlah rentan. Apalagi zaman sekarang sangat sulit memberikan batasan bagi pengguna jejaring internet. Sosial media terbuka bebas untuk semua pengguna smartphone, bahkan banyak konten mendekati unsur pornografi yang secara tidak langsung mendorong orang untuk melepaskan hasrat seksual.