Tren memulai investasi saham digital semakin marak di Indonesia, kesannya cukup menjanjikan karena profit yang diperoleh lumayan terasa. Akan tetapi, sobat perlu tahu beberapa hal sebelum benar-benar terjun ke dunia saham digital, agar kedepannya tidak terjerumus dalam jebakan.
Sebenarnya pasar untuk investasi daring sudah banyak, bahkan berbagai platform terpercaya telah dihadirkan. Tapi meski begitu pengguna perlu mempelajari sistem saham yang sehat, agar kedepannya tidak terjebak pada perputaran uang yang tidak masuk akal.
Langkah Awal Sebelum Memulai Investasi Saham Digital
Sebelum melangkah, sobat perlu menghindari beberapa poin seperti FOMO, atau sekedar mencari cuan dalam waktu singkat. Karena pada dasarnya berinvestasi untuk jangka panjang lebih baik, karena selagi perusahaan berjalan maka kenaikkan omset lebih terasa. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:
- Pemilihan Aplikasi
Cari aplikasi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) seperti Stockbit, Ajaib, Gotrade, atau Reku. Untuk memilih aplikasi investasi digital, utamakan yang terdaftar OJK, kenali profil risiko (konservatif: Bibit, Treasury; moderat: Amartha, Tanamduit; agresif: Ajaib, Stockbit), cek biaya, fitur edukasi (Stockbit Academy, Bibit), dan pastikan keamanan data serta kemudahan penggunaan (UI/UX), dengan pilihan seperti Pluang untuk multi-aset global atau Gotrade untuk saham AS, serta pertimbangkan Laporan Pajak yang disediakan.
- Strategi Investasi Digital
Strategi investasi digital mencakup pemahaman profil risiko, penetapan tujuan keuangan, riset platform terpercaya (diawasi OJK/BAPPEBTI), diversifikasi aset (saham teknologi, kripto, reksa dana, emas digital), serta penggunaan metode seperti Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk mengurangi dampak volatilitas pasar, sambil terus edukasi diri dan disiplin jangka panjang (HODL) untuk menghindari FOMO/FUD.
- Analisis Perusahaan Aktif di Bursa Saham
Analisis perusahaan aktif di bursa saham adalah proses evaluasi kesehatan dan nilai intrinsik emiten untuk menentukan apakah sahamnya layak beli/jual, umumnya menggunakan Analisis Fundamental (laporan keuangan, rasio, bisnis, industri, ekonomi makro) dan Analisis Teknikal (grafik harga historis) untuk memprediksi pergerakan saham. Analisis fundamental fokus pada “isi” perusahaan (pendapatan, laba, aset) dan faktor eksternal, sementara analisis teknikal fokus pada pola harga dan volume, cocok untuk jangka pendek.
Poin diatas menjadi langkah awal sebelum Anda benar-benar masuk ke bursa saham. Setelah itu beranikan diri untuk mendaftarkan satu akun melalui aplikasi bursa saham, verifikasi data diri untuk membuka portofolio baru.
Cara Memulai Bursa Efek (Saham)
Cara paling tepat untuk memulai memasukan investasi saham digital adalah main di pasar domestic. Membaca pergerakan saham perusahaan dalam negeri terkesan lebih gampang, karena banyak berita dan referensinya. Sedangkan untuk bursa saham luar negeri tergolong menjamin profit besar, namun modal yang diperlukan juga tergolong besar.
Sebagai perumpaan disini kita akan membeli saham di Stockbit, berarti Anda harus memiliki aplikasinya. Paling tidak siapkan modal Rp 100.000,- untuk memulai pembelian, yang berarti hitungannya berdasarkan lembar saham.
Contoh kita mulai dari yang sedang murah namun memiliki kesempatan naik di kemudian hari. Pada tanggal 08 Januari 2026, harga saham GOTO Group disekitaran 66,00 IDR. Berarti apabila ingin membeli 1000 lembar saham Anda perlu mengeluarkan modal Rp66,- x 1000, yakni diangka Rp66.000,- saja. Perlu diingat, jangan berfokus pada 1 bursa saham saja, Anda perlu membeli bursa lainnya agar ada penyeimbangnya.
Pantau pergerakan perusahaan, mulai dari berita keuangan sampai proyek kerjasama dengan perusahaan lain. Oleh sebab itu, siapapun yang ikut memasang saham perlu memantau manajemen perusahaan agar bisa tahu kapan harus menarik atau terus mengikuti bursa saham.